Electricity Lightning

kelelawar

Hacker

Hacker
Hacker

Selasa, 06 Juni 2017

Usai diproses hukum, hacker lulusan SD Haikal bakal direkrut Polri




Merdeka.com - Kepolisian Republik Indonesia berencana merekrut Sultan Haikal (19), pembobol situs atau hacker untuk membantu penegakan hukum. Rencananya, perekrutan dilakukan setelah proses hukum terhadap pemimpin kelompok pembobol situs bernama Gantengers Crew itu rampung.

"Bagi kami tentu merangkul mereka penting dalam upaya untuk mencegah kerusakan-kerusakan dan kerugian," kata Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes (Pol) Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jumat (7/4).

Martinus mengatakan, setelah menjalani proses hukum Haikal bakal diperbantukan untuk membantu menangani kejahatan siber. Namun perekrutan itu tidak berlaku terhadap tiga rekannya.

"Khusus kasus ini (Haikal), karena dia telah melakukan pelanggaran hukum, kejahatan, tentu kita harus kedepankan, dia harus dihukum dulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.

Menurut Martinus, rencana merekrut hacker untuk dijadikan rekan polisi mengungkap kejahatan siber nantinya bukan hanya berlaku terhadap Haikal. Ke depan, Polri juga akan mencari hacker remaja lainnya untuk direkrut sebagai mitra kepolisian dengan catatan proses hukum terhadap hacker tersebut dituntaskan terlebih dulu.

"Baru setelah itu, kami pihak kepolisian bisa melakukan komunikasi katakanlah untuk merekrut sebagai ahli dalam membantu penegakan hukum. Tapi setelah dia menjalani hukuman," tutupnya.

Sebelumnya, anggota Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri menangkap tiga orang diduga pelaku pembobol situs-situs online. Dari hasil membobol situs online salah satunya tiket.com, MKU, AI, dan MTN meraup keuntungan hingga Rp 1 miliar.

Saat itu Haikal masih diburu polisi. Selain sebagai pembobol situs, dari hasil pemeriksaan, Haikal juga disebut sebagai pihak yang menerima aliran dana dari hasil membobol situs tersebut. Bahkan, Haikal juga disebut sebagai orang yang paling banyak menerima uang dari hasil pembobolan itu.

"Separuh untuk pembobolnya, separuh menerus kan pintu yang terbuka," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/3).

Rikwanto menyebutkan lokasi Haikal berbeda dengan tiga pelaku ditangkap di wilayah Kalimantan Timur. Haikal berdomisili di Jakarta. Mereka mengenal satu sama lain melalui jejaring sosial Facebook.

"Tiga orang ini ditangkap di Kalimantan Timur, hackernya di Jakarta. Mereka berteman lewat Facebook karena hobi yang sama yaitu main game," tuntas Rikwanto.

Sementara itu, Kuasa hukum Haikal, Ramdan Alamsyah mengatakan Haikal mempelajari ilmu hacking sejak SMP. Hal itu dipelajarinya secara otodidak.

"Dia (Haikal) belajar itu sejak SMP secara otodidak, tidak ada guru tidak ada murid, jadi otodidak saja," kata Ramdan saat dihubungi melalui telepon, Kamis.

Menurutnya, ilmu hacking tersebut dipelajari Haikal melalui internet. "Ya. Mereka berselancar di internet. Emang sendiri enggak ada gurunya," katanya.

Dia mengatakan Sultan Haikal tidak sempat menyelesaikan sekolahnya di SMP. Ketika dikonfirmasi apakah itu disebabkan latar belakang ekonomi keluarga Haikal, Ramdan mengatakan bahwa secara ekonomi, keluarga Haikal tergolong mampu.

"Latar belakang keluarganya mampu cuma anak ini, enggak mau sekolah, karena memang, kalau untuk sekolah mampu, keluarganya mampu, tapi memang anak ini beda dengan kakak-kakaknya," tutupnya.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 46 ayat 1, 2, 3, Pasal 30 ayat 1,2,3 dan Pasal 51 ayat 1 dan 2 Undang-undang ITE. [gil]

Senin, 05 Juni 2017

Telkomsel Di Hack





OMEDIAPC.COM – Hari ini 28 April 2017 jadi pengalaman tidak mengenakan bagi Telkomsel operator selular terbesar dinegeri ini, pasalnya situs mereka ‘www.telkomsel.com’ dideface hacker yang memprotes tarif internet yang dianggap kemahalan dengan menampilkan deskripsi situs yang masih tercache Google “F*c* Telkomnyet”.

Netizen yag mencoba mengetikan url Telkomsel pada saat terjadi deface dihadapkan pada tampilan yang bukan seperti biasanya, terutama pada interface versi desktop, pada Jumat siang situs ini belum menampilkan apapun, meski pihak Telkom telah memberikan konfirmasi bahwa sedang dilakukan perbaikan.

Hacker yang membajak web Telkomsel menyuarakan protes akan tarif yang menurutnya terlalu mahal bagi konsumen Indonesia, dengan mengganti beberapa tampilan, hacker bersangkutan menuliskan unek-uneknya yang dianggap Netizen telah menyuarakan suara keberatan mereka tentang harga kuota yang terasa mahal.

Menanggapi hal tersebut pihak Telkomsel yang diwakili oleh Adita Irawati, Vice president Corporate Communication Telkomsel, menyampaikan permohonan maafnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan.

Adita juga menyatakan bahwa sekarang ini pihaknya sedang melakukan pencarian dan perbaikan yang dibutuhkan agar pelanggan dan masyarakat bisa segera mengakses lagi situs Telkomsel.

“Saat ini kami sedang melakukan penelusuran dan perbaikan yang dibutuhkan,” kata Adita Irawati, pada Jumat (28/04).

Situs Telkomsel setelah diretas sempat memperlihatkan tampilan warna hitam dominan dengan kalimat kasar ciri khas ungkapan konsumen yang keberatan dengan harga tarif yang dianggap terlalu mahal namun mereka tak punya pilihan selain tetap menggunakannya.

Menyikapi peretasan web Telkomsel hari ini, operator berwarna merah ini menyatakan pihaknya sudah memberikan alternatif kepada masyarakat untuk mengakses informasi soal produk dan layanan Telkomsel, melalui aplikasi MyTelkomsel, Call Center, dan gerai terdekat GraPARI.

https://omediapc.com/telkomsel-dihack-tampilannya-berubah-hitam
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com